KUBET – Houthi Yaman Ancam Gempur Dubai dan Abu Dhabi dengan Rudal

VIVA Militer: Milisi Houthi Yaman
Sumber :

  • Getty Images

VIVA – Milisi Houthi (Ansar Allah) yang berbasis di Yaman, dengan lantang menebar ancaman terhadap Uni Emirat Arab (UEA). Hal tersebut diungkap langsung oleh seorang pejabat senior Dewan Pimpinan Ansar Allah.


Pembelot Ungkap Keuntungan Tentara Korut Gadai Nyawa di Perang Rusia

Adalah Mohammed Al-Farah, salah satu pejabat tinggi Houthi yang mengancam pasukannya akan membombardir Uni Emirat Arab.

Menurut laporan yang dilansir VIVA Militer dari Mehr News Agency, alasan Houthi mengancam Uni Emirat Arab adalah hubungan negara pimpinan Muhammad bin Zayed Al Nahyan dengan Amerika Serikat (AS).


2 Rudal Nuklir Rusia Ini Tak Habis-habis, Intelijen Ukraina Bongkar Faktanya

Al-Farah menuding Uni Emirat Arab memfasilitasi militer Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap Houthi. 

VIVA Militer: Milisi Houthi Yaman

Photo :

  • Reuters/Khaled Abdullah


Rugikan Ekonomi, Aturan Pengendalian Tembakau Tidak Relevan Diterapkan di RI

Dukungan Uni Emirat Arab menurut Al-Farah berupa pembagian informasi intelijen dan dukungan operasi langsung.

Tindakan ini diklaim Al-Farah menjadikan negara tersebut sebagai target serangan yang sah. Houthi akan menyerang dua kota metropolitan Uni Emirat Arab, Abu Dhabi dan Dubai.

“Para pengkhianat yang memfasilitasi agresi milier Amerika Serikat terhadap Yaman akan segera membayar harga atas tindakan mereka,” ujar Al-Farah dikutip VIVA Militer dari akun X (Twitter) pribadinya.

Ancaman Houthi ini muncul beberapa hari setelah peristiwa bocornya rencana rahasia serangan militer Amerika Serikat terhadap milisi tersebut.

VIVA Militer: Milisi Houthi Yaman

Photo :

  • AFP/Mohammed Huwais

VIVA Militer melaporkan dalam berita 26 Maret 2025, rencana rahasia itu dibocorkan oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang tengah berbicara dengan Wakil Presiden, JD Vance.

Pembicaraan itu terekam di aplikasi pesan elektronik, Signal. Di luar dugaan, Penasihat Dewan Keamanan Nasional, Mike Waltz, justru mengundang  jurnalis yang menjabat sebagai Pemimpin Redaksi The Atlantic, Jeffrey Goldberg.

Halaman Selanjutnya

Halaman Selanjutnya